Kota Cangas de Morrazo diguncang oleh sebuah episode yang menimbulkan kekhawatiran warga tentang perlakuan kejam terhadap binatang: Dua ekor kucing ditemukan di dalam kantong sampah dalam sebuah kontainer, salah satunya mati. Peringatan itu dibunyikan oleh seorang tetangga yang mendengar suara mengeong dan segera memberi tahu Garda Sipil.
Layanan Perlindungan Alam (SEPRONA) pergi ke titik yang ditunjukkan dan mengaktifkan penyelidikan yang saat ini menahan seorang wanita berusia 84 tahun sebagai diselidiki untuk dugaan penelantaran dan penyiksaan hewanOperasi polisi mendapat dukungan teknis dari layanan ilmu forensik dan kolaborasi Badan Perlindungan Hewan Morrazo.
Penemuan dalam kontainer
Peringatan itu datang May 20, ketika seorang warga mendengar suara mengeong dari sebuah tempat sampah di Cangas. Petugas SEPRONA menemukan sebuah tas berisi dua bayi di dalamnya; satu sudah meninggal dan yang lainnya diselamatkan hidup-hidup dan dibawa ke pusat perawatan hewan.

Setelah penyelamatan, para agen mengumpulkan bukti di lokasi untuk memperkuat rantai penahanan dan Mereka mendokumentasikan kondisi tas dan isinyaDengan hewan yang masih hidup di bawah pengawasan dokter hewan, tujuannya adalah merekonstruksi asal usul keturunan.
Jalur investigasi dan pelacakan
Tim SEPRONA membuka beberapa lini pekerjaan: mencari saksi di area tersebut, meninjau kemungkinan titik-titik yang ditinggalkan dan, sebagai prioritas, temukan kemungkinan induk dari anak-anak anjing tersebut untuk melacak asal-usulnya. Rute terakhir ini terbukti menjadi kuncinya.
Pelindung Hewan Morrazo bekerja sama erat dengan para petugas, membantu mengidentifikasi kucing siapa yang akan melahirkan anak anjing ituEntitas yang berkantor pusat di suaka margasatwa Broullón Mount Moañés ini telah secara rutin berpartisipasi dalam kasus serupa di wilayah tersebut.
Pengujian genetik: konfirmasi asal usul
Setelah calon ibu ditemukan, ekstraksi dilakukan untuk ibu yang sesuai. profil genetikDepartemen ilmu forensik Garda Sipil mengonfirmasi kecocokan tersebut: analisis menghasilkan hasil positif yang menghubungkan kucing tersebut dengan kucing-kucing yang ditemukan dalam kontainer.
Identifikasi pemilik dan proses peradilan
Setelah verifikasi ilmiah, agen tersebut mampu mengidentifikasi pemilik yang diduga Ini adalah seorang warga Cangas de Morrazo berusia 84 tahun yang sedang diselidiki atas dugaan penyiksaan dan penelantaran hewan.
Dengan bukti yang dikumpulkan dan laporan ahli, Prosesnya dikirim ke Pengadilan Tugas Cangas, yang akan terus diproses. Wanita tersebut telah diberitahu tentang statusnya sebagai orang yang sedang diselidiki, sambil menunggu keputusan pengadilan yang sesuai.
Peran Perlindungan Hewan dan Kewarganegaraan
Selain kerja keras polisi dan para ahli, kasus ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi wargaPanggilan dari seorang tetangga segera memulai operasi penyelamatan. Badan Perlindungan Hewan Morrazo, pada gilirannya, sekali lagi memainkan peran kunci dalam koordinasi dan dukungan teknis.
Petugas mengingatkan kita bahwa melaporkan segala kecurigaan kelalaian atau pelecehan dapat menjadi tindakan yang menentukan; tindakan seperti pemberitahuan ini memudahkan SEPRONA untuk bertindak cepat dan mengumpulkan bukti yang dapat mendukung penyelidikan kriminal.
Kasus ini, yang menggabungkan penyelamatan, investigasi dan analisis forensik, meninggalkan tonggak utama Konfirmasi genetik mengenai asal usul keturunan dan pembukaan proses hukum terhadap pemilik yang diduga, sementara hewan yang masih hidup menerima perawatan dokter hewan dan proses hukum terus berlanjut.